5 Kontroversi Bupati Garut Aceng HM Fikri

Nama Bupati Garut Aceng HM Fikri belakangan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat luas dan media. Publik ramai-ramai membicarakan seputar pernikahan siri sang bupati dengan seorang ABG berusia 18 tahun. Kontroversi pernikahan siri orang nomor satu di Garut itu terus berlanjut saat ABG yang baru dinikahinya empat hari, FO (18), diceraikannya. FO lantas melaporkannya ke Bareskrim Polri. Baca juga Biografi Aceng Fikri Bupati Garut.


Tak mau tinggal diam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi bahkan membentuk sebuah tim untuk menyelidikinya. Berbagai komentar pun muncul dari para tokoh nasional mengenai kelakuan sang bupati. Langkah kontrovesial sang bupati tak hanya kali ini terjadi. Nama Aceng sebelumnya sempat mencuat saat Wakil Bupati Garut kala itu, Dicky Chandra memutuskan mengundurkan diri dari posisinya sebagai pendamping Aceng di pemerintahan. Simak 5 kontroversi Bupati Garut Aceng HM Fikri seperti di kutip dari merdeka.

1. Nikah 4 hari dengan ABG

Bupati Garut, Aceng HM Fikri, diketahui menikah secara siri dengan FO, seorang ABG berusia 18 tahun. Pernikahan itu terjadi pada 14-17 Juli 2012 lalu. Namun, baru empat hari usia pernikahannya, Aceng tega menceraikan FO.

Parahnya, sang bupati menceraikannya hanya melalui pesan singkat (sms). FO lantas sempat mengalami syok. Tak terima atas perlakuan Aceng, FO lantas melaporkan orang nomor satu di Garut itu ke Bareskrim Polri.

2. Ceraikan ABG karena alasan keperawanan

Aceng HM Fikri dan FO (18) menikah setelah dipertemukan melalui taaruf. Setelah tiga kali bertemu keduanya lantas menikah secara siri. Pernikahan keduanya tak berlangsung lama. Baru empat hari usia pernikahan mereka, Aceng langsung menceraikan gadis ABG itu.

Salah satu alasan Aceng menceraikan FO adalah karena yang bersangkutan sudah tak perawan lagi. Aceng menceraikannya hanya melalui pesan singkat. Hal ini sontak menuai kecaman dari publik.

3. 'Cerai' dengan Dicky Chandra

Aceng HM Fikri maju di Pilkada Garut 2009 berpasangan dengan Dicky Chandra. Pasangan jalur independen itu resmi dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Garut pada 23 Januari 2009. Namun, baru dua tahun masa kepemimpinannya, keharmonisan Aceng dan Dicky retak. Dicky yang sebelumnya dikenal sebagai seorang aktor itu memutuskan mengundurkan diri dari posisinya sebagai wakil bupati.

Salah satu alasan besar pengunduran dirinya adalah perbedaan prinsip yang dimilikinya dengan Aceng. Hal itu berakibat pada perbedaan pemikiran atas keduanya soal kebijakan yang akan dikeluarkan terhadap Garut. Selain itu, Dicky mengaku kecewa terhadap Aceng karena masuk partai politik. Padahal keduanya menang di Pilkada Garut melalui jalur independen.

4. Masuk partai politik

Pada Pilkada Garut 2009, Aceng HM Fikri maju berpasangan dengan Dicky Chandra dari jalur independen. Keduanya berkomitmen pencalonannya tidak melalui parpol. Namun, belum lama terpilih sebagai orang nomor satu di Garut, Aceng tiba-tiba berubah haluan. Dia memutuskan masuk ke Partai Golkar.

Hal itu sontak menuai protes di kalangan masyarakat Garut. Bahkan, salah satu penyebab mundurnya Dicky Chandra sebagai wakil bupati Garut salah satunya dikarenakan hal tersebut.

"Munafik kalau saya bilang tidak kecewa, tapi apakah hanya gara-gara kekecewaan pak Bupati dari independen pindah ke partai, terus saya mengundurkan diri," kata Dicky Chandra saat memberi keterangan kepada wartawan di Garut, 5 September 2011 lalu.

5. Perubahan ekonomi

Sebelum menjabat sebagai Bupati Garut, Aceng HM Fikri dikenal aktif di sebuah LSM yang konsen terhadap petani. Aceng dikenal hidup secara sederhana dan tak memiliki harta yang berlimpah.

Setelah menjabat sebagai Bupati, Aceng dikenal "wah" secara ekonomi. Dia memiliki mobil mewah dan rumah yang indah.
Tag : Top 5
Back To Top